Permintaan Maaf yang Tak Sempat Terucap dan Terkirim untuk Mas Bibim

Pertama, gue gak bakalan pernah tau bagaimana bisa tulisan ini mungkin untuk sampai ke elu, bahkan memungkinkan untuk elo baca.
Gue bahkan gak bakalan tau apakah lo bahkan bisa mengetahui keberadaan sebuah tulisan maaf ini.
Tapi inti dari tulisan ini adalah, gue cuma minta maaf. 

Dari semua hal, ada satu hal yang paling disesalkan.
Gue menyesal, gue ga sempat mengetik kata maaf ke elu.
Gak ada satu hal pun yang sudah lo lakukan, sudah lo ucapkan, sudah lo putuskan , membuat elo harus menerima kata kata 'kasar' gue, harus menerima penilaian gue yang merendahkan pilihan karir elo sebagai trader. 

Gue juga gak abis pikir, kok bisa gue memperlakukan karir lo setaik itu.
Gue juga gak abis pikir, apa salah lo ampe gue harus meremehkan sejahat itu.
Gue jahat, gue sombong.
Gue akuin itu.
Maafkan gue yang berpikiran sempit ini, maafkan gue yang berwawasan terbatas dan juga maafkan gue yang ga bisa memahami karir impian elo.
Dan gue cuma mau minta maaf.

Terlepas apapun, menurut gue gak ada manusia pun yang berhak diremehin oleh siapapun di dunia ini.
Dan bodohnya gue, gue melakukan itu. 
Bahkan ke orang yang pernah sayang ama gue.
Yang gak ada salah apapun ama gue.
Gue tau, gue udah kelewatan batas jahatnya.

Dan kelalaian gue yang lain. Gue baru meyadari sebetapa jahatnya gue, ketika waktu sudah terlambat untuk gue sekadar meminta maaf atas kata kata kasar ke pilihan karir lo. Gue menyadari itu sudah sangat super telat. 

Terima kasih atas pelajaran nya. 
Gue rasa ini beneran jadi pelajaran berharga gue ke depan untuk mulai berhenti menjadi seorang manusia sombong dan jahat.

Dan ya, gue cuma minta maaf, meskipun hanya melalui tulisan ini, bahkan di sebuah blogs, yang gue gatau bahkan elu sadar apa engga dengan keberadaan blogs ini.


Selamat sukses, 
Tolong abaikan semua perkataan, pemikiran dan pendapat gue terkait pilihan karir lo.
Gue sangat menyesali perbuatan dan ucapan gue, dan gue hanya bisa meminta maaf.



Komentar

Postingan Populer